Persembahan Buat Mama (Part 2)

Beberapa hari kemudian, tepat hari libur sekolah. Ara diajak sang paman pergi ke Jakarta. Pada saat itu juga Ara berinisiatif untuk menemui ayahnya kembali. Kali ini ia datangi kediaman ayahnya. Ia tidak sendiri, ia ditemani Om dan sepupunya. Ara sangat berharap kedatangannya disambut baik oleh ayah dan keluarga tirinya. Ara pun tiba.
“Asalamualaikum”
“Waalaikumsalam” sang ayah membuka pintu. Ara lega, ternyata ayahnya lah yang membukakan pintu. Ara memang tidak mau jika ibu tirinya atau saudara tirinya yang membukakan pintu.
“Ayo masuk, masuk!” ajak sang ayah.
“Lastri! Kakakmu datang ni” sang ayah memanggil Lastri, anak dari hasil pernikahan ke duanya.
Lastri pun ke luar, tapi ia tidak sendiri melainkan ada sang ibu yang ikut serta menuju ruang tamu untuk menemui Ara, Om, dan sepupunya.
“Eh ada tamu agung toh!” ujar ibu tiri Ara. Sementara Lastri hanya diam. Tatapan mata keduanya penuh sinis terhadap Ara. Bahkan sang ayah pun lebih memilih banyak diam dibandingkan bicara. Sekali lagi hati Ara terluka. Harapannya selalu hilang, harapan indah saat bertemu sang ayah justru mencabik-cabik hatinya. Ia ingin sekali bisa menangis di hadapan ayahnya agar ayahnya tahu bahwa ia selama ini sangat merindukannya, sangat membutuhkannya, dan terluka atas sikap acuhnya.

Tapi Ara tegar, ia tak mau hati om dan sepupunya ikut terluka karena melihat ia menangis. Sebelum akhirnya memutuskan pergi dari rumah ayahnya, Ara sempat memotret adik tirinya. Keesokan harinya Ara kembali tiba di rumah. Dan menceritakan kepada ibunya tentang kejadian di rumah ayahnya. Ya, Ara tidak mendapat apa-apa. Ara pun menunjukkan foto adik tirinya kepada sang ibu. Setelah mendengar cerita Ara dan melihat foto Lastri, sang ibu kesal.
“Sudah Mama bilang, percuma kamu temuin Papa kamu! Apa yang kamu dapat? Gak dapat apa-apa kan? Kamu malah direndahkan seperti itu. Pokoknya suatu saat nanti kamu harus sukses, Ra! Buktikan sama papa kamu kalau kamu bisa!” tukas Mama.
Ara menangis, ia tak sanggup lagi menyembunyikan kesedihannya. Terlebih lagi melihat pembelaan sang ibu untuknya, hati Ara seakan menjerit. “Tuhan, sesulit dan sepahit inikah hidupku?” desirnya merintih.

Hari terakhir libur sekolah, Shita datang ke rumah Ara. Namun Ara tidak ada di rumah.
“Tunggu saja dulu Ta! Sebentar lagi juga Ara dateng kok. Sini, sini masuk, ngobrol-ngobrol dulu sama Tante!” ujar ibu Ara.
“Iya Tante, makasih” jawab Shita.
“Tante seneng kamu datang ke sini. Sebentar lagi kalian kelas XII. setelah lulus, nanti kamu mau kuliah di mana?”
“Kuliah? Belum tahu Tante. Pengennya sih kuliah, tapi mengingat kedua orangtuaku kondisi ekonominya elit (ekonomi sulit) gak tahu deh Tante. Kalau ada rezki ya alkhamdulillah. Kalau gak, ya aku kerja aja Tante. Bantuin Mama, Papa.”
“Iya ya Ta, orang-orang kayak kita ini Cuma punya mimpi. Jaman sekarang semua serba uang. Tante sih pengen Ara bisa kuliah, tapi jujur Tante gak sanggup membiayai Ara kuliah. Kalau kalian pengen kuliah, mulai dari sekarang harus rajin-rajin cari beasiswa. Tapi mending cari kerja aja deh Ta, cari uang! Sukses kan gak harus kuliah dulu, yang penting kalian terampil dan punya kemauan pasti bisa sukses!”
“Iya Tante, bener”
Tiba-tiba Ara datang.
“Eh.. ada Shita! Udah lama Ta?” Tanya Ara.
“Lumayan Ra. Hehe.”
“Maaf ya jadi nunggu, abis kamu gak bilang sih mau ke sini!”
“Iya, santai aja lagi!”

Suatu hari Ara pergi mendatangi konser musik The Masiv dengan Lala. Lala adalah teman SDnya. Rumah Lala juga tak jauh dari rumah Ara. Lala pernah mengantar Ara ke suatu tempat, Lala pernah menolong Ara. Dan Ara pikir, ia harus membalas kebaikan Lala. Terpaksa ia mengikuti ajakan Lala yang mengidolakan The Masiv untuk menonton konsernya. Konser tersebut diadakan di Stadion yang letaknya tak jauh dari sekolah Ara. Konser dimulai sore hari. Jam sudah menunjukkan pukul 18.30 WIB. Ara panik, tak biasanya ia berada di luar rumah hingga petang. Takut sang ibu cemas dan memarahinya, akhirnya dengan tak enak hati ia meninggalkan Lala. Ara pun pulang. Sesampainya di rumah, sang ibu menyambutnya. Kali ini Ara disambut dengan wajah kesal ibunya. Dan hal yang ditakuti Ara terjadi, ibunya sangat marah. Saat itu Ara bagaikan sedang mimpi buruk. Gagang sapu melayang ke tubuhnya. Berkali-kali sang ibu memukulinya. Ara menangis, ia kesakitan tapi ia sadar bahwa ia bersalah.

“Mau jadi apa kamu? Tugas kamu belajar, bukan malah keluyuran nonton konser! Sama siapa kamu pergi? Sama siapa? Jawab!” ujar sang ibu, meletup-letup penuh emosi.
“Lala Mah” jawab Ara dalam isak.
“Lala? Sejak kapan kamu bergaul sama dia? Mama gak suka! Ngerti? Ini cukup pertama dan terakhir kalinya!” seru sang ibu, kemudian pergi meninggalkan Ara dengan muka merah padam. Ara masih kesakitan. Bukan hanya tubuhnya yang sakit, tapi hati dan batinnya ikut mengerang penuh sesal karena telah membuat sang ibu kecewa.

Keesokan harinya Ara menceritakan apa yang telah dialaminya kepada Shita.
“Yang sabar Ra! Mama kamu kayak gitu pasti karena beliau gak mau anaknya jadi gak bener. Mama kamu sayang banget sama kamu kok Ra” ucap Shita.
“Iya Ta, aku tahu. Aku sering kok ngerasain ini, Mama sering mukulin aku kalau memang bener-bener merasa kecewa. Dan setiap Mama ngelakuin itu, aku sadar kalau aku salah. Cuma cara Mama negur aku yang aku anggap keterlaluan. Apa mama kamu juga kayak gitu Ta?”
“Setiap orangtua punya cara sendiri untuk mendidik anaknya, Ra. Dan itu semua gak tanpa alasan. Mama kamu pengen kamu jadi anak yang kuat. Pokoknya, yang penting kamu jangan buat mama kamu kecewa lagi ya ke depannya!”
“Makasih ya Ta, kamu yang selalu bisa nenangin aku.”
“Sama-sama Ra, ini kan gunanya sahabat”

Pada saat jam istirahat, Ara menemui Ferdi.
“Fer, aku mau ngomong sesuatu” ujar Ara kepada Ferdi.
“Iya Ra, ngomong apa?”
“Aku sayang sama kamu. Tapi aku gak bisa ngelanjutin hubungan ini.”
“Loh… kenapa Ra?”

Pada saat itu juga Ara menceritakan kejadian yang telah menimpanya. Selain kepada Shita, ia juga tak jarang menceritakan keluh kesahnya kepada Ferdi.
“Aku gak mau ngecewain Mama lagi, Fer. Aku juga gak mau Mama bakalan lebih marah dari kemarin kalau akhirnya Mama tahu kalau aku pacaran” tambahnya.
“Iya Ra, aku ngerti. Aku bisa ngomong apa? Itu keputusan kamu. Bagi aku masalah status hubungan gak terlalu aku permasalahkan. Yang penting kita sama-sama saling sayang. Aku sayang kamu Ra. Aku terima keputusan kamu.”
“Makasih Fer.” Mereka saling memandang dan tersenyum.

Hari-hari berikutnya kembali Ara jalani dengan normal. Kurikulum di kelas XI hampir selesai. Hingga akhirnya ia dan teman-temannya sampai di kelas XII. Di kelas XII inilah para siswa dituntut untuk belajar lebih serius lagi. Mereka dituntut untuk siap menghadapi Ujian Nasional dan lulus dengan nilai yang baik. Ujian Nasional pun di depan mata.

Sebelum Ujian Nasional tiba ternyata Ara telebih dahulu dihadapkan oleh suatu ujian dalam keluarganya. Sang ibu bertengkar hebat dengan suaminya, ayah tiri Ara. Ia menyaksikan pertengkaran itu. Bukan hanya adu kata, ternyata sang ayah tiri tega manyakiti fisik ibunya. Ara tak bisa berbuat apa-apa, ia ingin sekali mengajak ibunya lari bersamanya. “Tuhan, ujian apa lagi ini?” keluhnya.
Ara menjadi tidak konsentrasi belajar. Ara sempat putus asa. Dua hari kemudian, setelah pertengkaran itu, sang ibu menghampiri Ara.
“Ra, Mama gak kuat. Mama pengen pergi saja dari rumah. Kita tinggalin laki-laki itu Ra. Mama sudah gak sanggup hidup serumah dengan dia lagi” ucap sang ibu dalam tangis.
“Ara ikut apa kata Mama aja. Ara sayang Mama” jawab Ara juga dalam tangis.

Tapi ternyata bukan mereka yang pergi dari rumah, melainkan ayah tiri Aralah yang terlebih dahulu meninggalkan mereka.
Seminggu kemudian, Ara tersentak mendengar pernyataan ibunya.
“Ra, Mama mau ke Saudi. Surat-surat keberangkatan dan sebagainya udah diurus sponsor.” ucap sang ibu.
“Mama lagi bercanda kan?”
“Gak Ra. Mama serius. Mama pengen kamu kuliah. Mama gak punya keahlian lain selain menjahit. Di Saudi, Mama akan ditempatkan kerja menjadi penjahit. Ara izinin Mama ya!”
“Tapi Ma, Ara gimana?”
“Ara akan baik-baik aja. Kamu bisa tinggal dengan Tantemu, biar rumah kita dikontrakkan. Uang hasil kontrakkannya bisa buat keperluan kamu sehari-hari.”
“Mama tega tinggalin Ara?”
“Tega gak tega Ra. Mama harus pergi demi masa depan kamu.”
Dengan berat hati akhirnya Ara pun berkata, “Ara gak bisa melarang Mama. Yang penting Mama jaga diri ya kalau udah di sana!”
“Pasti Ra.”

Dua hari berikutnya sang ibu berangkat ke penampungan, di daerah Jatiasih, Bekasi. Ujian Nasional sudah semakin di depan mata, empat hari sebelum ujian, Ara memutuskan mendatangi ibunya di penampungan untuk meminta doa restu. Dan pertemuan itu menjadi pertemuan terakhir mereka untuk sementara. Hari ketiga Ujian Nasional, disaat Ara harus berjuang menjawab soal-soal, pada hari yang sama sang ibu berangkat ke Saudi. Sekali lagi Ara tegar. Ia tak mau mengecewakan ibunya. Ujian Nasional pun selesai. Setelah lama menanti hasil ujian Nasional, akhirnya hari itu tiba. Dimana hasil Ujian Nasional akan segera diketahui. Ara dan teman-teman satu sekolahnya, dinyatakan seratus persen lulus.
“Alkhamdulillah aku lulus!!!” teriak Ara, “Mama, aku lulus!” teriaknya lagi.
Semua siswa bersorak sorai, mereka bahagia, mereka lega.

“Ra, gimana? Udah daftar?” Tanya Shita kepada Ara.
“Untuk tahun sekarang di UPI untuk jurusan PGSD gak ada ujian tertulis Ta. Jadi aku daftar ke UNY. Doain ya..!”
“Siip… doain aku juga ya! Besok aku mau melamar kerja.”
“Pasti. Melamar kerja di mana Ta?”
“Di Hotel, temanku bilang ada lowongan resepsionis. Hotel baru sih, hotelnya juga gak gede-gede amat, masih bintang dua. Tapi aku berharap banget bisa diterima Ra.”
“pokoknya aku selalu doain kamu, Ta. Good luck ya!”
“Thanks Ra, kamu juga ya… good luck!”

Satu minggu kemudian Ara mengikuti SNMPTN di UNY. Dua minggu setelahnya, Ara mengetahui hasilnya. Ara terpukul, ia gagal. Sementara Shita diterima kerja sebagai Resepsionis di hotel tersebut.

Setelah gagal di UNY, Ara memutuskan untuk menunda satu tahun kuliahnya. Ia berkeputusan untuk bekerja terlebih dahulu, yang membuat ia semangat ialah kesempatannya untuk mengikuti SNMPTN jurusan PGSD di UPI tahun depan. Karena ternyata informasi yang dulu ia dapat, salah. Seharusnya waktu itu ia bisa daftar SNMPTN UPI PGSD, hanya saja missed komunikasi yang membuat ia kehilangan kesempatan itu.
“Pokoknya tahun depan aku harus diterima di UPI. Aku harus bikin mama bangga. Aku akan jadi guru, seperti harapan Mama” gumamnya penuh semangat.

Ia tak lantas lost contact dengan sang ibu begitu saja. Satu bulan sekali sang ibu pasti menghubunginya.
“Ma, aku gagal masuk UNY. Maafin Ara Ma!” ujar Ara.
“Ya udah gak apa-apa, masih ada kesempatan kok. Kerja aja dulu, tahun depan ikut Tes lagi! Mama selalu mendoakan kamu.”
“Makasih Ma.”
“Kamu di sana hati-hati ya. Gak ada Mama, bukan berarti Mama gak ngawasin kamu. Kamu harus mawas diri, jangan neko-neko. jadilah yang Mama banggakan!”
“Insya Allah Ma. Mama juga hati-hati ya di sana. Ara sayang Mama.”

Satu bulan kemudian Ara diterima kerja di salah satu Perusahaan Elaktronik. Tidak genap satu tahun bekerja, Ara memutuskan keluar dari perusahaan itu. Alasannya satu, ia ingin mengejar cita-citanya. Ya, satu bulan lagi ia harus mengikuti SNMPTN jurusan PGSD di UPI. Untuk itu ia harus fokus. Agar ia tidak mengecewakan ibunya lagi. Hasilnya? Benar saja, Ara kali ini berhasil. Semua itu berkat kerja keras dan kesungguhannya. Ia langsung mengabari ibunya.
“Ma, alkhamdulillah Ara diterima di UPI” ucapnya senang.
“Makasih sayang, makasih. Mama seneng dengarnya” ucap sang ibu.
“Ara yang makasih ke Mama. Ini semua berkat doa Mama. Ara gak mau ngecewain Mama lagi. Cuma ini yang bisa Ara lakuin, Ara pengen wujudin harapan Mama untuk melihat Ara sukses jadi guru. Ara gak akan pernah bisa membalas kerja keras serta kasih sayang Mama ke Ara. Makaihs Ma!”
“Mama ikhlas sayang. Mama gak peduli Mama harus kerja keras kayak gini asalkan kelak Mama bisa lihat kamu sukses dengan gelar Sarjana. Kamu harapan Mama satu-satunya Ra.”
“Iya Ma, Ara janji akan wujudin itu. Mama akan lihat Ara sukses. Mama akan lihat Ara mendapat gelar Sarjana. Mohon doanya ya Ma. Karena dengan doa Mamalah Ara bisa lewatin apapun.”
“Pasti Mama akan selalu mendoakan kamu.”

Beberapa tahun kemudian Ara wisuda. Sang ibu yang telah pulang tiga tahun sebelum hari wisuda Ara, turut menyaksikan hari bersejarah itu. Hari itulah yang ia tunggu-tunggu. Hari dimana ia melihat anaknya memakai Toga pertanda sebentar lagi anaknya resmi menjadi Sarjana. Ya, ia sangat bahagia. Penuh haru ia manyaksikan wisuda Ara. Rasa syukur kepada Tuhan tak henti-hentinya ia ucapkan. Kerja kerasnya selama ini berbuah manis. Kehidupannya yang terjal berakhir mulus. Puteri kebanggaannya telah benar-benar membuat dia bangga. Ia kini merasa terbangun dari mimpi. Dimana anaknya akan mewujudkan mimpi-mimpi itu, mengubah kehidupannya yang gelap menjadi terang, itulah harapannya.

Beberapa saat kemudian Ara menghampiri ibunya.
“Mama…!” teriak Ara. Ia langsung mencium tangan ibunya, berlutut serta mencium kaki ibunya. Keduanya berada dalam peluk dan isakan tangis yang tak henti-hentinya. Isakan tangis itu bukanlah isakan tangis beberapa tahun yang lau, dimana saat itu adalah isakan yang penuh kegetiran, kali ini isakan tangis itu penuh kebahagiaan.
“Makasih sayang, makasih” ucap Mama.
“Makasih Ma” sahut Ara, mereka masih saling berpeluk.
“Mama bangga sama kamu. Kamu sudah berhasil mewujudkan impian Mama. Tapi ini bukan akhir Ra, kamu masih harus jauh melangkah ke depan untuk bisa mengeluarkan kehidupan kita dari gelap. Kamu yang Mama harapkan Ra. Dengan ini, mudah-mudahan sedikit demi sedikit kehidupan kita akan menjadi lebih baik. Kamu gak boleh mempunyai nasib seperti Mama. Kamu harus lebih terang dari bintang. Kamu harus lebih harum dari mawar. Mama yakin anak Mama pasti bisa. Jadilah orang yang berguna sayang, yang amanah serta bertanggung jawab! Lakukanlah yang seharusnya kamu lakukan! Sebagai orangtua, Mama hanya bisa mendoakan. Doa Mama akan selalu tercurah buat kamu sampai Mama menutup mata untuk selama-lamanya.”
“Makasih Ma, Ara akan sukses buat Mama. Wisuda hari ini, juga kerja keras Ara ke depannya atau bahkan jika Ara benar-benar sukses nanti, semua itu persembahan buat Mama.”

Setelah itu mereka pun pulang. Sungguh perjalanan yang indah walau terjal. Keindahan itu tercipta karena adanya ketabahan, keyakinanan, kerja keras dan ketaatan kepada Tuhan. Ara dan ibunya telah membuktikan mengubah kesulitan mereka menjadi mudah dan ketidakberadyaan itu menjadi kekuatan yang luar biasa. Kesulitan-kesulitan yang ada serta tempaan hidup yang bertubi-tubi justru membuat mereka kuat. Kebahagiaan tak bergantung pada kekayaan materi. Tetapi kekayaan hati serta keyakinan terhadap diri sendiri dan terhadap Tuhanlah yang menghantarkan mereka pada kebahagiaan abadi. Keep fighting.

- The End -

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )


Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.80.236.48
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia