Terima Kasih 10 Tahun Lalu

Langit mulai berubah warna, matahari perlahan mulai tenggelam dalam peluk awan. Sekiranya ia datang jauh lebih cepat layaknya ia saat pertama kali mendapat tugas dari perusahaan tempat ia sekarang bekerja mungkin masih ada kesempatan untuk mengejar klien yang telah pergi mengejar jadwal dari i-padnya. Kini jangankan mengejar bos dari perusahaan calon penyelamat tempat ia bekerja sejak tiga tahun lalu yang sudah memberinya fasilitas mewah dan gaji yang cukup membiayayai hidup dua belas kepala dalam satu atap sayang ia hanya tinggal sendiri di kota ini. Bayangan lelaki tua nan gemuk itu pun tak berbekas lagi. Butir-butir air dingin berasa garam menuruni dahinya hingga leher.

Belum sempat lagi tubuhnya jatuh dalam peluk kursi yang tampaknya sudah lebih dulu bercengkrama dengan tubuh orang yang telah menunggunya di situ. Ada dua cangkir kopi di atas meja yang telah kosong dengan sisa bubuk kopi seduh di tepi mulut cangkir dan segelas jus jeruk dengan dua bongkah es batu yang tertinggal, seorang pria dengan tinggi hampir mencapai pintu rumahnya dan stelan jas hitam ketat membalut tubuhnya, tapi tak mampu menutupi hasil olah tubuhnya. Ada otot kekar terukir ditubuhnya.

“Ada apa lagi sekarang? Ini sudah klien kita yang keberapa yang kau sia-siakan? Kapan kau bisa bangkit lagi War” marah yang menjalar dalam dirinya tak mampu ia tutupi terbukti dengan merah wajahnya dan gigi yang bersigesek sebelum ia bicara.

Tak ada kata yang ia lontarkan dari mulutnya. Ia hanya duduk seperti hendak tidur entah karena kelelahan mengejar pria tua tadi atau karena ia baru saja lagi dan baru lagi di tegur oleh teman sekaligus atasannya. Walaupun posisi itu seharusnya jatuh padanya, namun ia lebih memilih teman dari pada posisi maka jadilah ia sekaarang sebagai bawahan temannya.

“Sebaiknya kau ambil cuti saja. Aku akan mengurusnya jadi tak usah khawatir. Jangan pikirkan dulu pekerjaan fokuslah untuk memperbaiki hidupmu” ia berdiri dan bersiap meninggalkan bawahan sekaligus temannya yang akrab disapa Anwar itu.

Dengan mata yang masih terpejam dan tangan kirinya menyentuh dahinya yang sejak tadi kepala masih mendongak ke atas ia mulai bicara, “Lalu aku harus memikirkan apa? Apa ini tidak terlihat sedang berusaha untuk berubah?” pakaiannya yang masih basa keringat yang ia tetaskan dari berlari marathon menuju tempat ini tampak seperti kemeja yang baru saja dipakai seorang anak SD bermain menjadi sorotan mata pria itu. “Sejauh ini, ya. Jangan kekanak-kanakan” ia pergi meninggalkan Anwar yang masih dengan posisi awal. “Jangan lupa, besok tak perlu masuk kerja dulu.” Ia berbicara tanpa membalikkan badannya dan melanjutkan langkahnya.

***

Matahari saja masih enggan untuk menunjukkan gagahnya, tetapi ia sudah bersenang-senang saja bersama wajan, minyak, sayuran dan kawan-kawannya. Bukan ia tak mampu untuk membayar seorang asisten rumah tangga atau malah makan di restoran setiap harinya, ia malah bersibuk ria dengan melayani dirinya sendiri dengan melakukannya sendiri. Bukan ia tak sibuk atau tidak memiliki pekerjaan. Seorang wanita berusia 25 tahun dengan tinggi 167 cm, kulit cerah sawo matang. Rambut bergelombang mewakili riak semangatnya setiap hari, tatapan mata yang tegas dan tentunya dia bisa masuk golongan orang yang disebut fashionnista. Lihat saja semua barang bermerek internasional yang tak diragukan lagi tahtanya dihati perempuan diseluruh dunia.

Dia adalah anak angkat dari seorang yang menurut majalah yang hanya membahas politik dan ekonomi itu, ayahnya masuk kedalam lima besar pengusaha terkaya di Indonesia. Meski ia saat ini bermandikan kemewahan, tapi status ia sebagai anak angkat tetap menjadi buah manis mulut-mulut haus berita murah, menurutnya. Tenang saja ia sudah terbiasa dengan berita mengenai dirinya. Hari ini dia akan menjalankan misi pertamanya.

“Pagi pa” terdengar lebih dulu suaranya dari pada tubuhnya di meja makan. “Mama mana, pa?”

“Pagi juga sayang. Mama lagi terima telpon” sahut pria yang tengah mengunyah roti isi dari tangannya. “Sayang, kamu yakin dengan tindakanmu ini? Papa gak mau kamu kesulitan biar Papa yang urus saja”

“Jangan pa. ini sudah menjadi tugasku. Aku janji ini tidak akan menyakitiku kalau pun iya asalkan ini tetap berhasil. Aku tidak keberatan”

Hari ini senyum melingkar jelas diwajahnya. Wajahnya tampak merah merona tanpa sorotan tajam peralajan make-up yang sudah biasa diwajahnya. Khusus untuk hari ini dan sampai misi ia berhasil ia tak akan menggunakan fasilitas istimewa miliknya. Tanpa mobil sport merah yang biasa ia tunggangi, tanpa tas branded, baju kelas atas dan pastinya make-up ia pergi.

***

Telepon diatas meja itu terus berdering belum ada tangan yang berkenan mengangkatnya. Wanita berok pendek dan biasa membawa agenda dan memakai kaca mata petak berwarna merah muda itu juga belum tampak akan mengangkatnya. Biasanya ia adalah orang yang akan mengangkat telpon dari meja itu tentu saja karena itu memang meja kerjanya.

“Ya, halo. Benar pak. Baik pak, jadi pukul dua siang di kantor bapak. Baik pak. Terimakasih. Selamat siang” baru tersampaikan rindu telepon itu untuk dijawab. “Dari mana saja kamu, kamu tahu itu tadi telepon penting dari klien yang akan menyelamatkan gaji kamu untuk bulan dan bulan-bulan berikutnya.” Pria yang kemarin memarahi Anwar kin berganti menemui sasaran berikutnya, sekertarisnya sendiri. Ia memang dikenal sebagai bos yang perfeksionis dan keras.

“Dimana pegawai yang…” belum lagi ia selesai dengan pertanyannya ia sudah mendapat jawabannya. “Disini pak” seorang wanita membawa beberapa map berwarna biru berdiri dihadapnya.

“Nama saya Claudia Lauren, pak. Saya yang akan..” belum juga ia selesai kembali pemtongan berlaku. “Saya sudah baca CV kamu jadi tak perlu perkenalan panjang. Sebaiknya mulai bekerja. Pekerjaan pertama kamu, terima semua telepon yang akan masuk sampai pukul 10 dan sebelum pukul 10 pastikan tim dua sudah di ruang rapat.”

“Baik, pak” mulailah ia beraksi sebagai wanita kantoran yang sedang sibuk berbicara dengan orang yang dipertemukan dalam saluran kabel. Kertas-kertas ia punguti dari atas meja dan menyusunnya dalam map berdasrkan warna mapnya. Baru saja ia sampai di tempat kerjanya ia sudah harus bertempur dengan penatnya kerja kantoran.

Orang lalu lalang digang-gang kecil diantar sekat meja kerja. Dering telepon menjadi musik satu-satunya yang dominan. Suara dentuman keyboard komputer turut campur namun masih kalah bahkan untuk deru mesin fotocopy sekalipun.

Di ruang rapat bersiaplah jarinya berdansa dengan pena diatas lantai kertas putih miliknya. Pimpinan rapat sejak tadi sudah mengeluarkan kritik “Kita butuh ide baru untuk pemasaran produk terbaru ini. Saya suka ide yang kita lakukan 6 bulan lalu. Apa bisa kita melakukan hal yang sama lagi untuk produksi kali ini?”

“Ide itu yang mengusulkan Anwar, pak. Itu memang ide luar biasa dan
kami rasa itu cocok untuk produksi kali ini hanya saja saat ini seluruh proses ditangani sendiri oleh Anwar jadi tak ada satu pun yang paham betul mengenai proses pemasaran itu pak.”

Semua terdiam karena mereka tahu tak mungkin Anwar yang dulu tiba-tiba muncul dan membawa semangat serta ide-ide barunya. Anwar masih belum bisa fokus terhadap hidupnya. Sejak mengalami kecelakaan yang menyebabkan ia harus memakai tongkat dan kursi roda untuk bergerak dari tempat satu ke yang lain selama 3 bulan dan harus menjadi penyebab kematian wanita yang sudah 1 tahun ia nikahi meski belum dikarunia anak.
Sejak kepergian istrinya untuk selamanya itu ia berubah menjadi pribadi yang sulit mengontrol emosi, lupa banyak hal dan bahkan kacau dalam banyak hal pula. Bukan hanya tubuh atau sekedar rumah yang ia telantarkan, tetapi hatinya sudah lama tidak ia sapa.

“Maaf aku terlambbat.” Suara Anwar memecah keheningan. Ia langsung masuk begitu saja dan duduk disamping sekretaris bosnya dan mulai membaca draf rapat yang dihadapannya.

“Apa yang sedang kau lakukan disini? Bukankah sudah aku katakan kau tak perlu bekerja untuk sementara waktu.”

“Aku tidak membutuhkan itu. Cukup katakan apa yang harus aku lakukan dan aku akan mencoba meraih yang terbaik.” Matanya masih menelusuri rentetan kata-kata dalam kertas yang ada ditangannya itu.

“Dua bulan ini kita harus meluncurkan produk baru, namun belum ada model pemasaran yang dinilai cocok. Hanya ide milikmu untuk pemasaran produk 6 bulan lalu yang cocok namun tak ada satu pun yang tahu kecuali kau” sang sekretaris seakan sedang menengahi adu keras kepala diantara keduanya.

“Kalau begitu biar aku yang tangani” ia memandang setiap mata yang ada di ruangan. Ia terhenti sesaat ketika radar pengenalnya mengenai wajah seorang yang baru ia lihat hari ini.

“Agar kau bisa mengacaukannya lagi dan semua orang akan semakin simpati atas kebodohanmu, begitu? Aku rasa tidak.”

“Kenapa tidak diberikan kesempatan? Tampaknya banyak yang menaruh harapan padanya meski tak sedikit yang tak percaya padanya. Bagaimana kalau ia saja yang menjadi ketua tim dan menangani proses pemasaran. Jika gagal ia harus berhenti secara suka rela jika tidak itu cukup untuk pembuktian dirikan?”

Semua terpanah mendengar usul dari wanita itu termasuk Anwar sendiri. Pimpinan rapat yang sejak tadi memasang tampang menakutkan dengan lipatan di wajanya kini terlihat senyum kemenangan. “baiklah, biar dia yang lakukan. Besok berikan aku laporan perencanaannya.”

***

Dalam rapat tak ada yang membantah ide itu. Semua sepakat maka jadilah Anwar diposisi siap melepas jabatannya dalam dua bulan ini.
Perkenalan belum juga terjadi diantara mereka saat rapat. Mungkin karena serangan kejut dari wanita itu, Anwar masih terdiam di meja kerjanya.

“Maaf menggangu. Panggil saja aku Claudia. Apa pun yang kau butuhkan untuk tim pemasaran ini kau bisa mengandalkan aku.” Ia pergi begitu saja dari hadapannya. Anwar merasa ia seperti sedang melihat adegan opera dihadapannya. Ia senang mempertaruhkan satu-satunya yang tersisa yang ia miliki. Pekerjaannya yang telah lama ia rintis. Teramat gencar detak jantung menghantam sunyi dirinya.

Kala matahari berganti tempat dengan bulan barulah Anwar bersiap untuk pulang. Sejak tadi ia lebih sering melamun tak dapat menetukan fokusnya. Terdengar memang lantunan langkah kaki dari belakangnya. Tiba-tiba tangan seseorang menariknya tak sempat ia melihat wajah orang itu ia hanya berhasil memotret warna merah muda cat kuku orang itu. Ternyata itu Caludia.

“Kau butuh refrensi bukan? Dan kau juga butuh teman kesana, baiklah aku akan menemanimu.”

Tak terbiasa berbicara dengan orang lain Anwar hanya bisa melakukan perlawanan dengan melepas gandengan tangan Claudia dan memasang wajah keberatan. Tapi tetap saja Claudia menjadi pemenang. Sekarang mereka sudah ada di toko buku, mereka pergi berdua, mereka mulai berbicara atau tepatnya hanya Claudia yang berkicau Anwar hanya menganguk atau menggeleng saja.

Waktu teus berjalan, ketika tiba waktu bunga mekar maka akan tiba waktunya untuk dia gugur. Kebersamaan diantara keduanya mulai terjalin. Anwar mulai berbicara pada Claudia meski baru sebatas diskusi mengenai rencana baru pemasaran. Perlahan Claudia mencoret disalah satu lembar agendanya. Mulai berbicara banyak. Itulah yang ia beri garis. Sebelum kata itu ternyata sudah tiga yang ia garis. Pertama bekerja bersama, keluar kantor bersama, fokus pada kerja dan terakhir berbicara banyak. Ternyata itu adalah daftar langkah-langkah yang harus ia lakukan bersama Anwar.

Siapa sebenarnya wanita ini, terkadang pertanyaan itu datang menghampiri Anwar, namun karena tidak memiliki nafsu untuk tahu hal lain dan terbiasa untuk tidak memikirkan sekitarnya lagi maka ia hanya membiarkan pertanyaan itu keluar tanpa jawabannya.
Anwar kian hari sudah datang tepat waktu kembali. Ia bahkan mulai menyapa beberapa orang dari semua orang yang biasa ia sapa sebelum masa lalu yang ia jalanai itu datang. Dalam rapat ia mulai bicara dengan suara keras bahkan ia pernah melakukan mini riset untuk rencana pemasaran baru itu. Claudia semakin sering bicara dengan Anwar, makan siang bersama bahkan pulang kerja bersama. Warna-warna yang sempat hilang dari Anwar perlahan mulai kembali. Tanpa anwar sadari sekarang ia sudah bisa fokus pada sau hal. Ia mulai terlihat rapi kembali.

Dua minggu lagi adalah hari penentuan apakan presentasi Anwar membawa ide anwar dipakai untuk rencana pemasaran atau tidak. Bos sekaligus teman Anwar kian cemas melihat perubaha Anwar, namun ia berhasil menyakinkan dirinya untuk tidak takut pada Anwar.

***

Hari penentuan tiba, para pemegang saham tiba-tiba saja ikut mendengarkan prentasi perencanaan pemasaran produk perusahaan. Berbeda dengan hal biasanya. Deru jantung Anwar kian terasa kencang. Namun lagi-lagi Claudia ada menenangkan dan menyakinkannya bahwa ia bisa fokus dan memenangkan pertaruhan ini.

Telepon genggam Claudia berbunyi ternyata ayahnya yang sangat tidak tepat waktunya untuk menelpon. Ayah Claudia masih baru akan berangkat menuju Indonesia dan keadaannya membuat satu kursi pemegang saham kosong. Maka keluarlah titah menjadikan Claudia sebagai utusan ayahnya.

***

Mulailah Anwar dengan perkenalan dan memberikan motivasi sebelum membuka slide presentasinya. Matanya masih belum berani menjangkau semua yang datang dan menyasikkannya. Ia lebih sering membuang pandangannya dari tatapan mata itu. Perhatian yang tertuju padanya membuat ia sempat tertahan pada kondisi suaranya tiba-tiba hilang. Anwar segera menenangkan dirinya sebelum semua orang sadar akan kondisinya.

Tibalah pada akhir dari presentasi dimana para pemegang saham mengeluarkan pertanyaan dan tanggapan sekaligus keputusan. Jantungnya masih berdetak tak karuan bahkan hampir membuat ia tuli hanya karena suara detak jantungnya yang tersisa untuk ia dengar. Perlahan matanya mengikuti setiap wajah yang bergantian bicara mengungkapkan keputusan perseorangan hingga tiba pada salah satu wajah yang tak asing lagi baginya. Tentu saja karena ia juga ikut dalam penulisan ide itu.

Caludia mengeluarkn satu-satunya pendapat yang berbeda. Ia mengatakan bahwa ia akan ikut apapun keputusan dari suara mayoritas dan hampir suara penuh setuju dengan ide Anwar, maka jadilah ide dan pekerjaan terlebih hidupnya telah berhasil kembali.

Seusai rapat Claudia menghampiri Anwar dan memulai pembicaraan mereka dengan kata ‘maaf’. Anwar mengaku tak mengeri mengapa Caludia biasa melakukan semua itu terhadapnya jika memang Claudia adalah anak dari pemegang saham dan memiliki segudang kekayaan lainnya.

“Aku minta maaf tak memberitahumu yang sebenarnya dan selamat atas presentasimu. Aku berharap ini masih akan berlanjut. Ini awal kebangkitanmu bukan?”

“Aku masih belum mengerti mengapa kau harus membantuku dan menyamar menjadi orang biasa”

Claudia diam untuk sesaat sebelum ia mengeluarkan sebuah buku lusuh dari dalam tasnya. “Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih padamu. Tanpamu aku tak akan mampu sampai disini. Ini hari terkhirku di Indonesai malam ini aku akan kembali ke Australia untuk melanjutkan studiku. Anwar bukan.. maksudku abangku terimakasih ya..” Claudia pergi melangkah meninggalkan Anwar.

Buku lusuh itu membawa Anwar terbang ke masa sepuluh tahun lalu di sebuah halaman sekolah dasar yang ternyata itu adalah halaman SD tempat Anwar dulu sekolah. Ia melihat seorang anak perempuan mengintip dari jendela sejak pagi. Ia mendatangi anak perempuan itu dan mulai bercerita, itu berlangsung hingga satu minggu sebelum keberangkatan Anwar ke Bandung bersama orangtuanya. Sebagai hadiah Anwar memberikannya sebuah buku yang baru ia beli. Claudia berjanji akan membatu Anwar suatu hari nanti dengan ilmunya jika Anwar dalam kesulitan. Anwar hanya senyum mendengar perkataan Caludia. Sejak kepergian Anwar jadilah Claudia gadis yang rajin belajar dan pintar yang membuat orang tua angkatnya membawanya ke rumah mewah di tengah kota Jakarta yang kini menjadi malaikat yang membantu Anwar kembali pada hidupnya.

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )
Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.198.147.221
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia