Setangkai Bunga di Tebing Gunung

Syifa Nisa Aulia, begitu nama lengkapnya. Aku memanggilnya dengan sebutan Bunda Nisa, karena Bunda telah mempunyai suami dan anak. Kehidupan keluarga Bunda begitu harmonis. Berbingkaikan cinta dan kasih sayang yang tulus serta diperindah dengan kemantapan iman mereka kepada Sang Maha Kuasa. Namun dibalik kebahagiaan yang Bunda rasakan bersama suaminya, ternyata rumah tangga mereka pernah diguncang oleh prahara rumah tangga yang membuat Bunda berkeinginan untuk bercerai dengan suaminya. Syukurnya Allah memberikan jalan untuk masalah mereka.

Setelah menamatkan S1 di FKIP Matematika, Bunda diterima menjadi guru Matematika di salah satu SMP yang ada di daerah ku. Bunda mulai mengajar di SMP tersebut pada tahun 2002. Aku menjadi murid Bunda pada tahun 2008, saat aku kelas 2 SMP. Aku senang belajar Matematika dengan Bunda. Karena Bundalah aku menyukai pelajaran yang mengerikan bagi sebagian orang ini, termasuk aku. Sejak SD, aku tidak senang belajar Matematika karena rumit dan membosankan. Tapi, ketika aku bertemu Bunda semua berubah. Bunda dengan sabar dan semangat mengajarkan ku Matematika dan ia berhasil membuat ku cinta dengan pelajaran tersebut. Bundalah guru pertama yang merubah pandangan ku terhadap Matematika. Kini Matematika menjadi salah satu pelajaran favorit ku, sangat favorit. Itulah sebabnya aku memanggilnya bukan Ibu, tetapi Bunda. Jiwa keibuannya yang begitu hangat dan kesabarannya dalam menndidik dan memberikan ilmu kepada muridnya. Tidak hanya aku yang memanggilnya dengan sebutan “Bunda”, tetapi murid-murid yang lain pun ikut memanggilnya Bunda.

Sore itu jadwal aku dan 2 orang teman ku mengikuti pelajaran tambahan Matematika di rumah Bunda. Kami hanya bertiga karena teman-teman ku yang lain sedang tidak bisa mengikuti pelajaran tambahan tersebut. Setelah selesai belajar, aku, Lia dan Via hendak pamit pulang. Tapi ternyata di luar sana sedang hujan lebat, sehingga kami tidak bisa pulang. Bunda pun menyuruh kami untuk menunggu di rumahnya sampai hujan reda.
“Huuuh, lebat sekali hujan di luar sana ya Bun..”, kata Lia sambil menggesek-gesekkan kedua telapak tangannya.
“Ia, tapi hujan itu rahmat dari Allah yang harus kita syukuri ya” kata Bunda.
“Betul betul betul betul..”, kata Via.
“Oh iya nak dingin-dingin gini asyiknya minum dan makan yang hangat-hangat kan, yuk bantuin Bunda sebentar di dapur!”, ajak Bunda sambil merangkul kami bertiga.

Di dapur, kami pun membantu Bunda membuat teh tarik. Sementara itu Bunda menggoreng adonan goreng pisang yang sudah Bunda buat siangnya. Butuh waktu 15 menit untuk menggoreng adonan tersebut. Setelah siap, kami pun menyajikannya di ruang keluarga Bunda.
“Wah, mantap banget Bunda. Bunda tahu aja deh kalau dingin-dingin gini asyiknya yang beginian, hehehehe”, kata Lia.
“Bunda goreng pisangnya uuueeenaaak banget, kayak yang diiklan-iklan gitu Bun, krenyes-krenyes, ajiiib..”, kata ku yang sedang menyantap goreng pisang buatan Bunda.
“Hahaha kalian paling bisa ya”, kata Bunda sambil menyantap juga goreng pisang tersebut.
“Lihatlah Bun, Via aja lahap banget makannya Bun, nikmat banget ya Via?”, kata Lia menggoda Via yang tengah asyik menyantap goreng pisang Bunda.
“Iiih Lia apaan sih, kan aku jadi malu..”, kata Via.
“Eeee gak apa-apa kok nak, habisin aja. Dibuatkan untuk dimakan..”, kata Bunda.
“Ouh iya Bunda, Ayah, kak Faddam, sama kak Husna pulang jam berapa Bun?”, tanya ku ke Bunda.
“Biasanya jam 5 sore mereka sudah pulang, mungkin karena hujan lebat mereka berteduh dulu”, kata Bunda.
Kak Faddam dan kak Husna sudah bekerja. Kak Faddam lulusan dari sebuah Universitas pada jurusan perminyakan. Sedangkan kak Husna seorang perawat di salah satu rumah sakit yang ada di daerahku. Kedua anak Bunda ramah dan santun kepada Bunda dan suaminya. Ini semua juga berkat didikan dari Bunda dan Sang suaminya.

“Bun, mau gak cerita gimana perjalanan kisah cinta Bunda dengan Ayah, hehehe soalnya Bunda terlihat harmonis banget. Boleh dong Bun bagi-bagi cerita sama kami, hehehe” kata ku kepada Bunda.
“Haha boleh, bener nih mau dengar cerita bunda?”, tanya Bunda.
“Mau Bun, kali aja kisah Bunda bisa menginspirasi kami, hehehe”, kata Via.
“Maklum Bun, Via lagi kasmaran tu Bun, hehehe” goda Lia kepada Via.
“Iiih Lia sok tau deh, udah-udah aku mulu yang dari tadi diledekin. Mending kita denger cerita dari Bunda, ”kata Via.
“Ia-ia jangan marah ya Via, aku kan cuma bercanda”, kata Lia.
“Aduuuh sudah teman-teman. Yuk kita dengerin Bunda bercerita, asyiiik..” kata ku. Bunda pun menceritakan kisahnya dengan Ayah.

Bunda mencintai Ayah karena sifat Ayah yang apa adanya. Bunda begitu menyukai perasaan nyaman dan tentram yang muncul di hati Bunda, ketika Bunda bersanding dengan Ayah. Meski Ayah tidak terlalu romantis, namun ia lelaki yang taat beribadah, tidak perok*k, rajin, lelaki yang bersih dan pekerja keras.

Bunda menjalani masa perkenalan dengan Ayah selama 2 tahun. Beda umur Bunda dan Ayah adalah 4 tahun. Setelah Bunda menjadi guru selama 1 tahun, Ayah pun melamar Bunda. Ayah yang saat itu sudah bekerja di salah satu perusahaan. Ayah dan Bunda pun memutuskan untuk menikah.

Setelah menikah hari-hari Bunda dan Ayah terasa berbeda. Hari-hari mereka terasa indah dan selalu ditaburi pesona cinta. Ditambah lagi pada usia pernikahan mereka 1 tahun, lahir seorang anak laki-laki tampan yang diberi nama Faddam Khaliq. Lengkap sudah rasanya kebahagian yang dirasakan Bunda dan Ayah.

Namun suatu hari ada sesuatu yang tidak nyaman yang dirasakan Bunda. Setelah 5 tahun menjalani rumah tangga bersama Ayah, Bunda merasakan kejenuhan dan lelah. Harus Bunda akui bahwa mulai timbul rasa bosan dan lelah dengan kehidupan rumah tangganya dan alasan-alasan Bunda mencintai Ayah dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.

Bunda juga mengakui bahwa ia wanita yang berjiwa sentimental dan benar-benar sensitif serta halus perasaannya. Saat itu Bunda merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan belaian. Tetapi semua itu tidak lagi Bunda peroleh dari Ayah. Ayah yang saat itu berbeda dari apa yang diharapkan Bunda pada awalnya. Rasa sensitif Ayah yang kurang, dan ketidakmampuan Ayah dalam menciptakan suasana romantis dalam perkawinannya telah memusnahkan semua harapan mengenai kehidupan yang ideal.

Suatu hari, Bunda memberanikan diri menyatakan keputusan untuk bercerai. Saat itu Bunda hanya berdua dengan Ayah di rumah, karena kak Faddam sedang berlibur di rumah neneknya.
“Mengapa?”, Ayah bertanya dan terkejut.
“Aku lelah, kamu tidak pernah memberikan cinta yang aku inginkan”, kata Bunda yang saat itu suasana hatinya sedang kacau dan emosi.
Ayah terdiam di depan komputernya mendengar pernyataan Bunda. Bunda melihat Ayah sedang mengerjakan sesuatu di depan komputernya, padahal ia tidak melakukan apa-apa. Bunda merasa begitu kecewa melihat sikap Ayah, seorang laki-laki yang tidak dapat mengekspresikan perasaannya. Bunda berfikir, “Apa lagi yang aku harapkan darinya?”
Dan akhirnya Ayah pun bertanya kepada Bunda, “Apa yang dapat aku lakukan untuk mengubah pikiranmu?”
Bunda menatap mata Ayah dalam-dalam dan menjawab dengan perlahan, “Aku ada sebuah pertanyaan untuk mu. Jika kamu dapat menemukan jawabannya, maka aku akan mengubah pikiranku terhadapmu.”
Sejenak suasana menjadi hening, dan kemudian Bunda mengutarakan pertanyaannya untuk Ayah.
“Seandainya aku menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung, dan kita berdua tahu, jika kamu memanjat gunung itu kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk ku?”, tanya Bunda.
Ayah pun termenung dan berkata, “Aku akan memberikan jawabannya besok pagi.”
Hati Bunda saat itu langsung gundah mendengar ucapan dan reaksi Ayah yang tiba-tiba terasa dingin.

Keesokan harinya, Ayah tidak ada di rumah. Bunda pun menemukan selembar kertas dengan coretan tangan di bawah sebuah gelas susu hangat yang bertuliskan, “Sayaang, aku tidak dapat mengambilkan bunga itu. Tapi, izinkan aku untuk menjelaskan alasannya.” Kalimat pertama itu lantas menghancurkan hati Bunda. Bunda pun melanjutkan membacanya.
Sayang, disaat kamu lelah mengetik dan memasukkan nilai-nilai muridmu ke laptop, kamu terlihat geram karena kesalahan ketik yang sering kamu lakukan. Aku harus memberikan jari-jariku untuk membantumu mengetik dan menyelesaikan tugasmu. Sayaang, kamu selalu lupa membawa kunci ketika bepergian, dan aku harus memberikan kakiku supaya dapat menendang pintu dan membuka pintu untukmu ketika pulang.

Kamu sangat senang jalan-jalan keluar kota tetapi sering tersesat di tempat-tempat yang baru kamu kunjungi. Aku harus menunggu di rumah dan membantu mu agar dapat memberikan mataku untuk menjelaskan jalan melalui peta. Sayang, kamu selalu kelelahan setelah seharian mengajar untuk murid-muridmu dan mengerjakan tugasmu sebagai seorang istri dan ibu untuk anak-anakku. Dan aku harus memberikan tanganku untuk memijat kaki mu yang penat.

Sayang, kamu sangat senang membaca buku dan membaca artikel di laptop mu yang kamu dapat dari internet. Dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu. Aku harus menjaga mataku agar ketika tua nanti, aku masih dapat memotong kukumu dan mencabuti ubanmu.

Sayaang…Tangan ku akan selalu menggenggam tanganmu untuk menyusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang mekar dan indah seperti cantiknya wajahmu. Tetapi sayaaang ku, aku tidak dapat mengambil bunga itu untuk mati, karena… aku tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku.

Sayangku, aku tahu diluar sana ada banyak orang yang mampu mencintaimu lebih dari aku mencintaimu. Untuk itu sayangku, jika semua yang telah kuberikan dengan tanganku, kakiku, mataku tidak cukup bagimu, aku tidak dapat menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu.

Tiba-tiba air mata Bunda jatuh dan membasahi kertas tersebut, sehingga membuat tulisannya menjadi kabur. Namun Bunda tetap berusaha melanjutkan untuk membacanya.

Dan sekarang sayaangku, kamu telah membaca jawabanku. Jika kamu berpuas hati dengan semua jawaban ini dan tetap menginginkan aku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita. Aku sekarang sedang berdiri di luar pintu menunggu jawabanmu. Dan jika kamu tidak puas sayangku, biarkan aku masuk untuk mengambil barang-barangku, dan aku tidak akan menyusahkan hidupmu lagi. Percayalah, kebahagiaanku adalah kebahagiaanmu.

Bunda pun langsung lari keluar dan membukakan pintu. Di depan pintu Bunda melihat Ayah dengan wajah sendu sambil tangan memegang roti kesukaan Bunda. Saat itu Bunda menyadari tidak ada orang lain yang mencintai Bunda seperti Ayah mencintainya. Bunda pun memeluk Ayah dan menangis. Bunda meminta maaf kepada Ayah atas sikap Bunda yang kekanak-kanakan. Ayah pun memeluk dan mencium kening Bunda. Sungguh pagi itu sangat mengharukan. Bunda mendapat sebuah pelajaran hidup yang sangat berharga.

Setahun kemudian, Bunda dan Ayah dikaruniai lagi seorang anak perempuan cantik yang diberi nama Husna Aulia. Bunda dan Ayah begitu bahagia. Kebahagian terasa lebih lengkap karena dalam kehidupan mereka dikaruniai dengan sepasang anak yang merupakan anugrah terindah dari Allah. Mereka berjanji akan saling menjaga keutuhan rumah tangga mereka.

“Nah, itulah nak kisah Bunda dengan Ayah. Bunda bersyukur kepada Allah yang telah mengirimkan Ayah untuk bunda. Bunda bahagia sekali. Bunda merasa Ayah pelengkap hidup bunda”, kata Bunda sehabis menceritakan kisahnya.
“Huhuhu Bunda mengharukan sekali, ternyata Ayah romantis juga ya Bun”, kata Via dengan wajah senang.
“Ia betul itu Bun, jarang-jarang Bun laki-laki zaman sekarang yang sesabar Ayah” balas ku ikut mengomentari.

Waktu sudah menunjukkan jam 6 sore, hujan pun sudah berhenti. Ternyata di luar sana Ayah, kak Faddam, dan kak Husna sudah pulang. Ketika kami ingin berpamitan pulang, ternyata azan magrib berkumandang. Kak Husna meminta kami untuk menunaikan sholat Magrib berjamaah. Kami pun setuju, dan kami segera memberi kabar kepada kedua orangtua masing-masing untuk menjemput kami selepas magrib.

Selesai menunaikan sholah Magrib, orangtua kami masing-masing ternyata sudah menjemput kami. Kami pun berpamitan kepada Bunda dan sekeluarga.
“Bunda, Ayah, kak Faddam dan kak Husna, kami berpamitan dulu ya. Terimakasih untuk semuanya. Bunda, terimakasih ya Bunda untuk pisang goreng, teh tarik dan ceritanya, hehehe” bisikku ke telinga Bunda.
“Eheem, Nuril sama Bunda bisik-bisik apa itu”, tanya kak Husna.
“Hehehe, ada deh kak, rahasia kami bertiga dengan Bunda. Nanti kakak juga tahu, Bunda pasti cerita ke kakak kok, hehehe” kata ku dengan senyum.
“Ok deh, hehehe. Yudah hati-hati ya adik-adik pulangnya” kata kak Husna.
“Ok kak, yaudah Ayah, Bunda, kak Faddam, kak Husna kami bertiga pulang ya, assalamu’alaikum” kata ku.
“Wa’alaikumsalam, hati-hati ya nak”, kata Ayah dan Bunda.

Kami bertiga pun pulang. Aku merasa begitu terkesan dengan kisah Bunda. Aku berdoa semoga keharmonisan keluarga itu akan tetap terjaga hingga maut yang memisahkannya. Aku pun menceritakan hal tersebut kepada mama dan papaku. Aku juga berharap semoga keluarga ku juga harmonis. Aku begitu menyayangi mama dan papa ku. Bagi ku keluarga lebih penting dari segala-galanya.

Pelajaran yang aku dapatkan dari kisah Bunda adalah, cinta tidak harus di ungkapkan dengan bunga dan pengorbanan yang tampak besar. Ternyata ketulusan dan saling memahamilah yang paling terpenting. Cinta harus saling melengkapi dan menerima keadaan pasangan kita apapun itu dia. Cinta akan terasa indah dan sempurna karena hati satu sama lain selalu menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing.

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )


Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 107.22.17.220
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia