Aku Dia Tak Sama

Dentingan piano lagu Für Elise karangan Ludwig van Beethoven selalu ku dengar setiap ku memasuki rumah sepulang sekolah. Ya gadis anggun yang tengah melentikkan jarinya ke material putih hitam itu adekku namanya Mona, dia seumuranku namun beda 5 menit setelah ku lahir di dunia.
“Lisa” teriak mama
Tanpa meghiraukan suara itu, aku langsung masuk rumah dan hampir menaiki tangga.
“Lisa” teriakkan mama untuk kedua kalinya. Akupun berhenti sejenak dari langkah kaki yang telah menginjak tangga pertama.
“Tidak sopan! Masuk ke dalam rumah tanpa permisi, lihat baju kamu berantakan sekali, pulang jam segini dari mana saja kamu?” bentak mama cukup keras.
Tanpa berpaling badan aku menjawab “Bukan urusan mama”.
“Kamu ini maunya apa sih, selama ini mama cukup sabar menghadapi kamu. Tapi lama-kelamaan kamu semakin kurang ajar terhadap mama. Lihat itu Mona walaupun dia tak seberuntung kamu, dia bisa membuat mama bangga terhadapnya. Sedangkan kamu, Apa.. apa yang bisa mama banggakan!” hujat mama.
Itu.. itu.. dan itu.. yang setiap hari dan selalu kudengar dari perkataan mama, sungguh sakit mendengarnya. Aku selalu diam tanpa menanggapi ucapan itu. Namun kali ini aku sungguh meradang, direndahkan seperti itu. “Ma… bukanya mama setiap hari yang selalu diperhatikan itu hanya Mona, Mona, dan Mona.. Lisa seperti ini juga karena mama. Sejak ayah meninggal 5 tahun yang lalu, mama tak sedikitpun memberi perhatian ke Lisa layaknya perhatian yang mama berikan kepada Mona, Kenapa ma… Kenapa?” sahutku berpaling badan dan mendekati mama. “Apa karena Mona jago bermain piano seperti harapan mama, atau… atau karena Mona itu cacat!” tambahku.
Seketika tangan mama hampir mendarat di pipiku, “Ma… cukup ma cukup” teriak Mona. Akupun lari ke kamarku, menguncinya, lalu berbaring di tempat tidurku. Kutuangkan semua kekacauan hari ini dalam buku gambarku.

Kring….kring…kring…
Alarm telah berbunyi menandakan bahwa hari ini tepat pukul 6 pagi. Rasanya capek sekali, sehingga alarm yang berbunyi itu tak kuhiraukan.
Tok… tok… tok…
Suara pintu yang menyebalkan itu lagi. “Non bangun non” teriak bi Sumi.
“huuuftt iya bi, nanti saja masih ngantuk nih” teriakku dalam kamar.
“Non bangun, sudah jam setengah tujuh nanti non bisa terlambat sekolah” sahut Bi Sumi. “Buset jam setengah tujuh, huuuft…” teriakku. Akupun segera menuju kamar mandi, tanpa sarapan pagi seperti biasa aku langsung tancap gas menuju sekolah.

Lari sekencang-kencangnya memasuki gerbang sekolah yang hampir 45 derajat mau di tutup. Seperti biasa kucoba merayu Pak Satpam sekolah untuk diperbolehkan masuk.
“Haduh si Liboy lagi si Liboy lagi, sampai saya bosan melihat kamu merayu saya” gumam Pak Sidik.
“Plisss pak.. pliss pak kali ini saja. Suer ini yang terakhir deh, bapak kan ganteng masak tidak mau buka gerbang sih pak” pintaku.
“haduh.. ya sudah ini kali terakhir ya, awas kalau si Liboy telat lagi, apapun rayuanmu tidak saya hiraukan, mengerti!” jawab Pak Sidik.

Si Liboy si Lisa Tomboy, hahahhaha.. ya itu nama akrabku di sekolah. Teman-teman, Pak Satpam, sampai pak Ridwan guru Seni rupaku memanggilku dengan sebutan itu. Tak heran mereka sampai memanggilku Liboy, tidak seperti cewek pada umunnya yang takut hitam karena kepanasan, takut bau karena keringatan, aku biasa saja jika mentari terik menyengat kulitku jikalau aku sedang bermain basket di tengah lapangan.

Basket adalah kegemaranku namun bukan hobiku, aku suka bermain basket karena almarhum ayahku dulu pernah mengajariku basket setiap minggu di depan rumah.

“Lisa” suara Bu Mery membelakangiku.
Haduh gimana ini kalau bu Mery tahu aku terlambat lagi, gumamku dalam hati. Aku berhenti dan tetap dalam posisiku. Terdengar langkah highheels mendekatiku, lalu seseorang menepuk bahuku.
“Lisa bisa kamu ikut ibu ke ruang BP sekarang?” pinta bu Mery.
“i… i.. iya bu bisa” jawabku gelisah.

“Lisa kamu yakin sudah menyerahkan surat panggilan kepada ibumu” tanya bu Mery. “Sudah kok bu” jawabku.
“Tapi sudah seminggu setelah ibu kasih surat itu, kenapa sampai sekarang ibumu tidak kunjung datang?” tanya Bu Mery dengan wajah curiga.
“Bu, walaupun ibu membuat surat beribu-ribu kali kepada ibu saya, itu semua percuma bu. Mungkin bagi ibu saya itu semua hanyalah sampah” sahutku “Bu maaf saya izin untuk kembali ke kelas karena ini sudah permulaan jam pertama, permisi bu” tambahku seraya meninggalkan ruang BP.

Kupandangi Pak Ridwan yang tengah bediri di depan kelas, menerangkan pola-pola artistik sebuah lukisan. Beliau seperti almarhum ayahku, sabar dan kompeten. Ia juga menjadikanku anak emas di kelas, mungkin karena gambaranku selalu mendapat nilai A dari beliau.

Sama seperti almarhum ayahku dulu, selalu memberi nilai gambaranku A walaupun hanya ku gambar coretan tak berbentuk. Aku selalu sedih mengingat kejadian 5 tahun yang lalu, tragis memang. Sampai merenggut nyawa orang yang aku sayang. Di tengah semuanya berbahagia dalam lembar liburan sekolah, aku meratapi kesedihanku di tinggal seorang ayah. Kecelakaan beruntun yang menewaskan sepuluh orang termasuk ayahku menjadi lembaran usang yang susah kulupakan. Waktu itu kunikmati liburan dengan keluarga harmonis di puncak, lalu kami bernyanyi bersama-sama… brakkkkk… sebuah kecelakaan tak dapat dihindarkan, truk yang berada di seberang jalan menabrak bus yang ada di depan kami, cuaca tak mendukung kabut tebal menemani kami waktu itu. Akupun masih beruntung walau sempat mengalami koma selama 3 hari, Mona yang duduk di sebelahku ketika di mobil harus merelakan kaki kananya untuk diamputasi, namun ayah…
“Lisa.. lisa…” suara Pak Ridwan membangunkanku dalam lamunan kelam. “Kamu baik-baik saja kan, jangan melamun saja nak.” Tambah pak Ridwan sambil memegang bahu kananku.

“huuufff lelah sekali hari ini” gumamku sambil memasuki rumah lalu melepaskan tas dan sepatu.
“Haduuh, non ini kebiasaan deh, setiap pulang sekolah selalu melepaskan sepatu, kaos kaki, dan tas sembarangan” sahut bi Sumi.
“iya deh maaf bi, maaf ya. Iya sekarang Lisa biasain deh gak naruh sepatu sama tas sembarang tempat. Hehehehe..”
“ya gitu dong non, bibi kan juga senang kalo non Lisa bisa berubah yang lebih baik.”
“Bi, ngomong-ngomong mama sama Mona kemana kok sepi rumah?”
“O.. nyonya lagi menemani si Mona pentas non..”
“O…”
“Kok cuman O doang non, kok gak tanya gitu, di mana, bagaimana?”
“Buat apa bi, nanya kayak begitu, orang yang ditanyain aja tidak pernah nanyain aku, ahhh sudahlah bi… Lisa mau ke kamar dulu mau rebahan habisnya capek sih… huuuft”

Ku minum segelas jus Jambu merah yang ada di kulkas lalu menuju kamarku yang ada di lantai 2. Berjalan menaiki tangga, menelusuri lorong lalu sampailah di depan kamarku. Berhenti sejenak, aku mengingat sesuatu. Ruangan yang ada di sebelah kamar Mona yang ada di depan kamarku. Berbalik arah dan ku pegang gagang pintunya… greekkk… Tumben sekali ruangan ini tak dikunci, padahal selama ini kucoba untuk membukanya namun tak bisa. Kubuka lebar pintu itu, gelap yang ku lihat dan pastinya berdebu karena aku sampai batuk, maklum aku dari kecil alergi dengan debu.

Kunyalakan lampu, kulihat lukisan-lukisan indah terpampang dan tersusun rapi di sebuah ruangan itu yang kini telah usang dan sebagian ditutupi debu. Kucoba mengingat ruangan ini, kuberjalan dan berjalan lalu kutemui lukisan dengan gambar seorang ayah dan ibu yang menggendong kedua anak kembarnya, mereka tersenyum kepadaku. Mereka harmonis dan sungguh bahagia dalam lukisan itu, namun semua itu hanya lukisan. Tetesan air mata membasahi pipiku seketika aku melihat gambaran penari bali yang ada di pojok, nilai A untuk lukisan itu. Itu lukisanku… ya itu lukisanku ketika aku masih belajar melukis kepada ayah. “Ayah…”

Kupandangi kuas hadiah pemberian ayah, kusimpan rapi beserta surat terakhir yang di tulis ayah sebelum beliau meninggal. Kuas itu dihadiahkan padaku karena aku berhasil mendapat juara satu lomba melukis anak setingkat SD seJABOTABEK. Aku masih ingat waktu itu betapa ayah bangga terhadapku, ia menggendongku tinggi sekali di pundaknya. Ayahku dulu seorang pelukis berbakat, lukisanya sampai diminati di luar negeri. Dulu sering sekali ayah mengadakan pameran lukisan, dan banyak turis asing yang mengagumi lukisan ayah. Ayahku sangat kagum dengan lukisan Leonardo Da Vinci yang lukisanya diberi nama Mona Lisa. Sampai-sampai anak kembarnya juga diberi nama Mona dan Lisa.

Aku jadi teringat pada pesan ayah di surat, bahwa aku harus bersyukur atas apa yang telah dianugerahkan padaku dan jadilah dirimu sendiri. Kata-kata itu membuatku bangkit, mulai saat itu aku berusaha meneruskan cita-cita ayah. Aku membersihkan ruang kerja ayah yang lebih tepat disebut gudang. Dengan bantuan Bi Sumi kerjaan yang beratpun menjadi ringan. Huuft.. akhirnya selesai juga.

Kuturuni tangga putar rumahku menuju ruang makan yang bersebelahan dengan ruang keluarga. Ku ambil nasi dan ayam goreng yang ada di meja makan, karena malas untuk naik tangga lagi, aku makan di dapur saja. Dari kejauhan aku mendengar lengkingan tawa dari ruang depan. Aku penasaran dan aku mencoba untuk melihatnya ke depan.
Ku intip dari bilik tembok ruang keluarga, ku lihat ada beberapa teman arisan mama. Di sebelah mama ada Mona dengan kursi rodanya, mereka saling bercanda dan tertawa. Mama selalu membanggakan Mona di depan teman-temanya, mamapun menyuruhku agar tak boleh ke depan ataupun keluar jika teman arisan mama datang.
“Mona anak saya baru saja loh bu juara I lomba cipta karya klasik” kata mama dengan nada bangga.
“Selamat ya bu, anak anda memang sangat berbakat. Lalu anak anda yang satu lagi itu bagaimana bu juga membanggakan kan?” seru salah teman arisan mama.
“Haduh si Lisa itu tidak seperti Mona, dia itu anaknya membangkang beda dengan adiknya. Sampai saya itu tidak tahu harus bagaimana saya bersikap kepadanya.” Sahut mama.
Sakit rasanya mendengar perkataan itu, memang aku tak seperti yang mama harapkan menjadi seorang pianis seperti Mona. Maklum, mama dulu seorang pianis dan ingin menjadikan putri-putrinya seperti dia. Sekarang mama menjadi guru privat piano yang mempunyai banyak sekali murid salah satunya si Mona.

Kulihat jam tanganku berkali-kali, sudah hampir menunjukkan pukul setengah sepuluh pagi. Namun mama sampai saat ini belum tampak batang hidungnya. Jam sepuluh berlalu, dan jam telah menunjukkan pukul setengah sebelas. Aku gelisah apa mama menyangka surat yang kuberi itu merupakan surat panggilan sekolah sehingga ia langsung membuangnya ataukah mama memang belum membaca suratnya yang telah kuletakkan semalam di bawah bantal mama. Tak berpikir panjang akupun segera membuka acara, mungkin ini adalah cita-cita ayah sebelum dia meninggal. Aku telah berusaha keras untuk mewujudkan hari ini dari pundi-pundi tabunganku dan donatur yang sedia membantuku. Hari yang selalu kutunggu-tunggu dan kini hampir terwujud tinggal selangkah lagi. Berkat usahaku dan usaha teman-temanku yang ikhlas membantuku menyebarkan undangan online untuk menghadiri Pameran Lukisan ini.

Kupajang lukisan-lukisan ayah yang belum sempat dia pamerkan. Akupun tidak menyangka, acara ini begitu ramai sekali. Hingga pada acara inti, yaitu pelelangan sebuah karya lukisan. Namun hingga pada pertengahan acara aku sempat kecewa kepada mama, mengapa ia tak hadir dalam acara yang ingin aku persembahkan buat mama. Hari ini bertepatan dengan ulang tahun mama yang ke-45.

“Bagaiman kalau 50 juta?” teriak salah satu pelelang lukisan
“Kalau 75 juta?” teriak yang lain
Aku sangat tak menyangka pelelang sampai berani menawarkan harga selangit itu demi mendapatkan sebuah lukisan dengan gambar wajah perempuan paruh baya yang tersenyum lembut lengkap dengan topi merah eleganya.
“Bagaimana kalau seratus juta nak?” teriak pelelang dari kejauhan
Wow… harga yang sangat fantastis bagiku, akupun segera menyanggupinya. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini.
“Tapi ada satu syarat nak, jelaskan kepada kami makna dari lukisanmu itu? “pinta pelelang
“Baik pak, sebenarnya lukisan ini adalah lukisan gambar wajah mama saya ketika masih muda. Khusus saya buat demi beliau. Beliau sangat senang sekali dengan topi merah yang dia pakai, selalu dibawanya kemana-mana beliau pergi. Senyumnya pun manis sekali, tiada wanita yang dapat mengalahkan keanggunanya. Namun, hari ini beliau tak dapat hadir di sini mendampingi saya. Mungkin beliau sibuk dengan pekerjaanya sebagai guru privat piano, ataukah mungkin acara ini memang tak penting baginya. Seandainya mama ada di sini ingin sekali saya mempersembahkan lukisan ini kepadanya untuk hadiah ulang tahunya.” Kenapa pada keadaan seperti ini air mata tak bisa dibendung, akupun meneteskan air mata di depan acara.

Dari kejauhan terdengar tepuk tangan keras lalu ia berteriak “mama sayang kamu Lisa”. Aku seperti mengenali suara itu, ya… itu suara mama. Mama berlari menuju arahku lalu memelukku. Ya Tuhan sekian lama aku tak di peluk mama, apakah ini rasanya dekapan lembut kasih sayang seorang ibu, tenang dan nyaman sekali.
“Maafkan mama Lisa, selama ini mama belum bisa menjadi orang tua yang adil bagi kamu, mama hanya bisa memaksakan kehendak mama saja. Maafkan mama nak. Mama sangat bangga sekali kepada kamu nak, maafkan mama sayang.” Permintaan maaf mama, aku tahu mama menangis hingga bagian atas rambutku basah.
“Lisa juga minta maaf ma, selama ini Lisa juga tidak menghargai mama, sudah kurang ajar terhadap mama.”
“Mama sayang sama Lisa.” Deru mama sambil tak berhentinya tangisan harunya
“Lisa juga sayang mama.”

Canda tawa mulai hidup kembali dalam keluarga kecil harmonis ini, kini tepat 5 tahun kepergian ayah. Mama, Mona, dan aku bersiap-siap menuju makam ayah. Dari sini aku dapat menuai pelajaran yang sangat berharga dalam hidupku, setiap orang diciptakan untuk tidak saling menyamai. Di dalam diri seseorang terdapat kelebihan atau kekurangan yang tidak dimiliki oleh orang lain, jadi tetaplah bersyukur atas apa yang Tuhan anugerahkan kepadamu. Jalan yang telah digariskan Tuhan adalah jalan yang terbaik dalam hidupmu!?

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )


Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.159.105.39
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia